Loading...

Tadris Biologi UIN Raden Mas Said Surakarta Dorong Inovasi Proyek Mikrobiologi Berbasis Material Lokal melalui Pendekatan Deep Learning

Diterbitkan pada
19 Agustus 2026 10:16 WIB

Baca

Surakarta, 7 Agustus 2026 — Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah, UIN Raden Mas Said Surakarta kembali melaksanakan kegiatan Peningkatan Mutu Kerjasama Program Studi Tadris Biologi dengan Stakeholder Eksternal melalui kegiatan bertema “Merancang Proyek Mikrobiologi Berbasis Material Lokal Melalui Pendekatan Deep Learning.” Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 07.30–15.00 WIB, bertempat di MAN 1 Surakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 guru Biologi yang tergabung dalam MGMP Guru Biologi Tingkat MA Solo Raya. Kegiatan dirancang sebagai pendampingan bagi guru dalam mengembangkan proyek pembelajaran Biologi yang kontekstual dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

Kegiatan dihadiri oleh Pembina MGMP Biologi Kanwil II Provinsi Jawa Tengah, Joko Susilo, S.Pd., M.Pd.; Kepala MAN 1 Surakarta, H. Wardimin, S.Pd., M.E.Sy.; serta Ketua MGMP Biologi Karesidenan Surakarta, Wardah Umi Barokah, S.Pd. Kehadiran para stakeholder tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, madrasah, dan MGMP Biologi dalam pengembangan pembelajaran Biologi yang inovatif.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dari Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah, UIN Raden Mas Said Surakarta, Dita Purwinda Anggrella, M.Pd., Triana Atika Zulfa, M.Pd., serta Fadilah Nur Sugiyanto, M.Pd.

Materi kegiatan membahas perancangan proyek Mikrobiologi berbasis material lokal melalui pendekatan Deep Learning. Peserta mempelajari konsep pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan potensi lingkungan sebagai sumber belajar, serta tahapan merancang proyek mulai dari menentukan permasalahan, tujuan, aktivitas penyelidikan, hingga produk atau luaran proyek.

Peserta juga melakukan praktik dan pendampingan penyusunan proyek melalui diskusi kelompok dengan mempertimbangkan kondisi sekolah dan ketersediaan material lokal. Pendekatan Deep Learning diterapkan melalui kegiatan eksplorasi, analisis, kolaborasi, dan refleksi, sehingga proyek dapat memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna.

Hasil kegiatan berupa rancangan proyek Mikrobiologi berbasis material lokal yang mendorong peserta didik memahami fenomena, menghubungkan konsep dengan kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan kemampuan eksplorasi, analisis, pemecahan masalah, dan refleksi. (Editor/Sisil)